Model OSI

0 Shares
0
0

Apa model OSI?

Model Open Systems Interconnection (OSI) adalah sebuah model konseptual yang dibuat oleh Organisasi Standar Internasional (ISO) yang memungkinkan beragam sistem komunikasi untuk berkomunikasi menggunakan protokol standar. Sederhanya adalah, Model OSI merupakan protokol standar sehingga sistem komputer yang berbeda dapat berkomunikasi satu sama lain.

Model OSI membagi sistem komunikasi menjadi tujuh lapisan (layer) abstrak, yang mana setiap layer menangani pekerjaan tertentu dan berkomunikasi dengan layer di atas dan di bawahnya.

Ilustrasi Layer Model OSI

Mengapa model OSI penting?

Meskipun teknologi internet modern tidak harus menerapkan model OSI, namun model OSI masih sangat berguna untuk memecahkan masalah jaringan. Dengan model OSI misalnya, kita bisa mengisolasi sumber masalah, dengan cara mempersempit sumber masalah menjadi satu layer spesifik, sehingga pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien.

Tujuh layer model OSI?

Tujuh layer model OSI dari atas ke bawah adalah sebagai berikut

7. Layer Aplikasi

Layer 7 adalah layer yang paling dekat dengan pengguna akhir, yaitu protokol komunikasi data dari client software seperti misalkan browser web, email, office, outlook, and skype. Diantara protokol layer aplikasi adalah HTTP dan SMTP (Simple Mail Transfer Protocol adalah salah satu protokol yang memungkinkan komunikasi email).

6. Layer Presentasi

Layer presentasi atau layer 6 tugas utamanya adalah menyiapkan data sehingga data bisa digunakan oleh layer aplikasi. Dengan kata lain, layer 6 membuat data dapat digunakan oleh aplikasi. Layer presentasi bertugas melakukan translate, ekripsi dan kompresi data.

5. Layer Sesi

Layer sesi atau layer 5 mempunyai tugas membuka dan menutup komunikasi antara 2 perangkat. Waktu ketika komunikasi dibuka dan ditutup disebut sesi. Layer ini memastikan sesi mempunyai cukup waktu untuk mengirim semua pertukaran data, dan kemudian menutup seketika untuk menghemat memory.

Layer sesi ini juga melakukan sinkronisasi data yang dikirim dengan sistem cek poin. Misal, jika 100 megabyte file dikirim, layer sesi dapat mengatur 5 megabyte setiap cek poin. Dalam hal komunikasi putus atau crash, misal telah berhasil dikirim 52 megabyte, layer sesi dapat melanjutkan pengiriman data berdasarkan cek poin terakhir, artinya hanya 50 megabyte sisanya yang akan perlu dilanjutkan untuk dikirim. Tanpa cek poin tentu pengiriman akan dimulai dari awal.

4. Layer Transpor

Layer transpor atau layer 4 bertanggung jawab atas komunikasi end-to-end antara 2 perangkat. Termasuk di dalamnya adalah mengambil data dari layer sesi dan memecah menjadi beberapa segment untuk dikirim ke layer 3. Layer 3 juga menyusun kembali segmen-segment yang diterima dari perangkat menjadi data yang bisa digunakan oleh layer sesi.

Selain itu layer transpor juga bertanggung jawab terhadap flow dan error control. Flow control memastikan kecepatan pengiriman berjalan optimal, memastikan pengirim dengan koneksi cepat tidak berlebihan diterima oleh penerima dengan koneksi lambat. Sedangkan error control adalah memastikan data diterima dalam keadaan utuh, dan melakukan request pengirimian ulang apabila tidak diterima utuh.

3. Layer Jaringan

Layer jaringan atau layer 3 memberikan fasilitas transfer data antara 2 jaringan berbeda. Jika 2 buah perangkat berkomunikasi pada jaringan yang sama, maka layer jaringan tidak diperlukan. Layer jaringan memecah segmen-segmen yang diterima dari layer transpor menjadi unit-unit kecil disebut paket pada perangkat pengirim, dan menyusun ulang paket-paket ini pada perangkat penerima. Layer jairngan juga mencari jalur fisik terbaik supaya data dikirim sampai tujuan, inilah yang disbeut dengan routing.

2, Layer Link Data

Layer link data atau layer 2 sama dengan layer jaringan, namun layer link data juga memberikan fasilitas pengiriman data antara 2 perangkat pada jaringan yang sama. Layer link data mengambil paket data dari layer jaringan dan memecah menjadi frame-frame kecil. Sama seperti layer jaringan, layer link data juga bertugas melakukan mempunyai fungsi flow control dan error control dalam jaringan tertutup (intra-network). (Layer transpor hanya mempunyai kendali pada komunikasi inter-network).

1. Layer Fisik

Layer fisik atau layer 1 adalah layer kelistrikan/fisik, meliputi jaringan kabel, power plugs, cable pinouts, wireless radio frequencies, connectors, transceivers, receivers, repeaters, pulses of light, electric voltages, dan lain-lain. Pada layer ini data dikonversi dalam bentuk bit, dikirim melalui media komunikasi, baik berupa listrik, mekanis atau radio menuju ke layer fisik lainnya.

0 Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Regresi Linear

Regresi membantu mengetahui hubungan antara dua variabel. Contoh, beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan tentang pendidikan adalah, apakah tingkat…

Fungsional Dependensi

Fungsional dependensi merupakan konsep inti terkait dengan normalisasi. Fungsional dependensi menjelaskan hubungan antara atribut dalam relasi. Misalkan, jika…