Fungsional Dependensi

0 Shares
0
0

Fungsional dependensi merupakan konsep inti terkait dengan normalisasi. Fungsional dependensi menjelaskan hubungan antara atribut dalam relasi. Misalkan, jika A dan B adalah atribut dari suatu relasi R, B dikatakan functionally dependency pada A. Notasinya adalah A → B. Jika setiap nilai A dihubungkan dengan tepat satu kali nilai B, dalam hal ini, A dan B masing-masing dapat terdiri dari satu atau lebih atribut.

Determinan dari fungsional dependensi mengacu pada atribut atau himpunan atribut yang terletak di sebelah kiri anak panah. Ilustrasi pada gambar di atas A adalah determinan untuk B, berarti secara fungsional A menentukan B atau B tergantung pada A.

Contoh:

Pada gambar di atas, hubungan NIP functionally dependency Jabatan.

Pada gambar di atas, hubungan Jabatan bukan functionally dependency NIP.

Aturan fungsional dependensi (Armstrong’s Axioms):

  1. Reflexivity
    Jika B adalah bagian dari A, mak A → B
  2. Augmentation
    Jika A → B, maka A, C → B, C
  3. Transitivity
    Jika A → B dan B → C, maka A → C
  4. Self-Determinant
    A → A
  5. Decomposition
    Jika A → B, C, maka A → B dan A → C
  6. Union
    Jika A → B dan A → C, maka A → B, C
  7. Composition
    Jika A → B dan C → D, maka A, C → B, D
0 Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Regresi Linear

Regresi membantu mengetahui hubungan antara dua variabel. Contoh, beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan tentang pendidikan adalah, apakah tingkat…